Mayoritas penyebab kerusakan anak adalah akibat orang tua mengabaikan mereka, serta tidak mengajarkan berbagai kewajiban dan ajaran agama. Orang tua yang menelantarkan anak-anaknya ketika mereka kecil telah membuat mereka tidak berfaedah bagi diri sendiri dan bagi orang tua ketika mereka telah dewasa. Ada orang tua yang mencela anaknya yang durjana, lalu anaknya berkata, “Ayah, engkau durjana kepadaku ketika kecil, maka aku pun durjana kepadamu setelah aku besar. Engkau menelantarkanku ketika kecil, maka aku pun menelantarkanmu ketika engkau tua renta.”
Betapa indahnya, jika kita memandang anak-anak kita menjadi anak yang shalih, karena hal itu salah satu penyejuk pandangan kita. Namun yang patut kita perhatikan adalah faktor yang juga mengambil peran penting dalam pembentukan keshalehan anak adalah keshalihan orang tua itu sendiri. Jika kita menginginkan anak-anak shalih, maka kita juga harus menjadi orang yang shalih. Ada pepatah Arab yang bagus mengenai hal ini,
كيف استقم الظل و عوده أعوج
“Bagaimana bisa bayangan itu lurus sementara bendanya bengkok?”
Kita selaku orang tua adalah bendanya sedangkan anak-anak kita adalah bayangannya. Jika diri kita bengkok, maka anak pun akan bengkok dan rusak. Dan sebaliknya, jika diri kita lurus, maka insya Allah anak-anak akan lurus.
Parenting Islami adalah cara mengatur pola pengasuhan anak dalam proses tumbuh kembangnya yang tak luput menyesuaikan dengan ajaran islam, yang mendasari dari Al-Qur’an dan sunah Rasulullah SAW.
Parenting ini bertujuan untuk menjadikan anak mempunyai tonggak pendidikan agar menjadi manusia yang mempunyai akhlak sesuai anjuran agama islam, karakter mulia dan menjadi generasi pantang menyerah juga memupuk diri kebaikan sejak dini. Dan tugas orang tua adalah menyeimbangkan pola tersebut dengan anak, agar anak pun mudah memahami apa yang ia pelajari kedepanya.
JENIS-JENIS PARENTING:
- OTORITER
- PERMISIF
- OTORITATIF
- MINDFUL
- ISLAMI
CARA MENDIDIK ANAK MENURUT PARENTING ISLAMI:
- BUATLAH HATI ANAK TERHUBUNG DENGAN ALLAH (AKHLAK).
- MENANAMKAN IMAN SEJAK DINI.
- TANAMKAN RASA HORMAT KEPADA AL-QUR’AN.
- AJARKAN ANAK TENTANG DZIKIR-DZIKIR DAN ETIKA NABI SAW.
- AJARI DAN PERHATIKAN IBADAH SHALAT.
- AJARI ANAK SIKAP MENGHORMATI DAN SIKAP MENGHARGAI ORANG TUA.
- AJARKANLAH KEPADA ANAK TENTANG SIFAT AMANAH.
- AJARI ANAK UNTUK BELAJAR BERSABAR.
- MENUMBUHKAN SEMANGAT DAN PANTANG MENYERAH.
- MEMUPUK RASA PERCAYA DIRI ANAK.
Orang tua merupakan panutan bagi anak-anaknya, untuk itu sebaiknya orang tua dapat menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya. Orang tua juga harus membuka diri terhadap perkembangan zaman dan teknologi saat ini. Anak-anak memiliki pemikiran yang kritis terhadap sesuatu yang baru. Bila orang tua tidak membuka diri terhadap perkembangan yang ada, kelak akan menuai kesulitan dalam menjawab pertanyaan dari anak. Pada akhirnya berbuah kebohongan dan secara tidak langsung menanamkannya pada anak.
3 KUNCI PARENTING DALAM ISLAM MENURUT AL-QUR’AN:
- ANAK ADALAH AMANAH. – ORANG TUA BERTANGGUNG JAWAB, TETAPI TIDAK MEMILIKI KONTROL PENUH. – ALLAH TEMPAT BERGANTUNG SEPENUHNYA DALAM PENGASUHAN. – ORANG MUKMIN SELALU MENJAGA AMANAHNYA.
- FITRAH MANUSIA ADALAH BERIMAN KEPADA ALLAH.
- TUJUAN PARENTING ADALAH MENGAJARKAN TAAT.
BAGAIMANA MENCETAK ANAK SHALIH:
- FAKTOR UTAMA ADALAH DOA.
- ORANG TUA HARUS MEMPERBAIKI DIRI DAN MENJADI SHALIH.
- PENDIDIKAN AGAMA SEJAK DINI.
Al-Hasan Al-Bashri berkata:
لَيْسَ شَيْءٌ أَقَرُّ لِعَيْنِ المؤْمِنِ مِنْ أَنْ يَرَى زَوْجَتَهُ وَأَوْلاَدَهُ مُطِيْعِيْنَ للهِ عَزَّ وَجَلَّ
“Tidak ada sesuatu yang lebih menyejukkan mata seorang mukmin selain melihat istri dan keturunannya taat pada Allah ‘azza wa jalla.”
SEBAB KENAKALAN PADA ANAK:
- ORANG TUA JAUH DARI AGAMA.
- LINGKUNGAN DAN TEMAN YANG BURUK.
- PERLAKUAN BURUK DARI ORANG TUA.
- TAYANGAN FILM KEKERASAN DAN PORNOGRAFI.
- PERCEKCOKAN ORANG TUA.
- PERCERAIAN YANG DIBARENGI DENGAN KEMISKINAN.
- ISTRI TAAT PADA SUAMI SECARA BAIK.
- ISTRI MENJAGA DIRI DAN MENJAGA HARTA SUAMI.
- ISTRI TIDAK MENOLAK AJAKAN SUAMINYA.
- SUAMI WAJIB MEMBERI NAFKAH DENGAN BAIK PADA ISTRI DAN ANAK.
- JANGAN TERUS MELIHAT KEKURANGAN PASANGAN.
- PERLAKUKAN ISTRI DENGAN BAIK.
- TIDAK SALING SUUZHAN (BERBURUK SANGKA).
Contributor:
Al-Ustadz Faqih Aulia (Tim LITKA PC Pemuda PERSIS Batununggal Kota Bandung)
