Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Pemuda Persis Batununggal Pemuda Persis Batununggal Pemuda Persis Batununggal
Pemuda Persis Batununggal Pemuda Persis Batununggal Pemuda Persis Batununggal
  • Beranda
  • Blog
  • Dashboard
  • Kategori
  • TASYKIL PC
  • Beranda
  • Blog
  • Dashboard
  • Kategori
  • TASYKIL PC
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Nabi

UJIAN NABI IBRAHIM

avatar Tidak diketahui
By Admin Kominfo
20 Mei 2024 4 Min Read
0

وَإِذِ ابْتَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ ۖ
قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا ۖ قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۖ قَالَ
لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim diuji oleh Tuhannya dengan beberapa
kalimat (perintah) lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman, “Sesungguhnya
Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia.” Ibrahim berkata, “Dan
keturunanku (juga)?” Allah berfirman, “Janjiku tidak akan mengenai orang-orang
yang zalim.”
Q.s. Al-Baqarah: 124


TAFSIR MUFRADAT:

اَلْإِبْتِلَاءُ artinya ujian, berasal
dari kata بَلَاءٌ artinya lusuh atau
usang. بَلَى الثَّوْبُ pakaian yang lusuh. اَلْغَمُّ kesedihan atau kesusahan
juga suka disebut بَلَاءٌ karena suka
melusuhkan badan. Dan التَّكْلِيْفُ
pembebanan tugas atau tanggung jawab suka disebut بَلَاءٌ
karena suka melusuhkan badan. Dan التَّكْلِيْفُ
pembebanan tugas atau tanggung jawab suka disebut بَلَاءٌ,
karena tugas-tugas itu biasanya memberatkan pada diri yang dibebaninya.
Kemudian dari kata ini membentuk kata اَلْإِبْتِلَاءُ
yang memiliki dua pengertian, pertama ingin mengetahui keadaan dan segala yang
tersembunyi dari seseorang. Dan kedua, ingin menampakkan kebaikan atau
kejelekannya. Akan tetapi untuk Allah swt. hanya pengertian keduanyalah jika Ia
menguji hambanya, karena Ia mengetahui segala sesuatu yang gaib, dan inilah
yang dimaksud oleh ayat di atas. Ar-Raghib: 59-60


اَلْكَلِمَاتُ merupakan bentuk jamak
dari اَلْكَلِمَةُ yang bisa berarti
kata atau kalimat. Dan yang dimaksud di sini adalah perintah atau larangan.
Al-Maraghi, I: 208


TAFSIR AYAT:

Pada ayat di atas Allah swt. menerangkan mulanya Ibrahim as., dan
Ia menjadikannya imam bagi seluruh manusia untuk diikuti dalam bertauhid,
ketika ia menuntaskan segala perintah Allah dengan sebaik-baiknya.


Ibrahim adalah salah satu nama dalam bahasa Suryani dalam bahasa
Arab artinya أَبٌ رَحِيْمٌ bapak yang penyayang,
dinamai demikian karena ia sangat penyayang kepada anak-anak. Oleh karena itu
Ibrahim dan istrinya Sarah penanggung anak-anak kaum mukminin yang mati masih
kecil sampai hari kiamat. Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, bahwasanya Nabi
saw. melihat Ibrahim as. di Raudlah di Raudlah dikelilingi oleh anak-anak.
Ibrahim punya ayah bernama azar, dan memiliki empat putra empat yaitu Ismail,
Ishak, Madyan, dan Madain. Al-Qurthubi, II: 96


Nama Ibrahim lebih didahulukan disebut ketika diuji oleh Tuhannya,
menunjukkan pentingnya dan mulianya beliau. Dan ujian dari Allah swt. kepadanya
merupakan didikan dan gemblengan sebagai persiapan untuk menerima kepemimpinan
yang agung imam bagi seluruh manusia.


Para ulama berbeda pendapat mengenai kalimat perintah apa saja yang
diujikan oleh Allah swt. kepada Ibrahim as. Diantaranya Allah swt. menguji
Ibrahim dengan manasik, dengan thaharah, dengan bintang, bulan, dan matahari,
dengan berhijrah, dengan berkhitan, dan ujian yang paling berat adalah dengan
diperintah menyembelih putranya Ismail as.

 

Di dalam Alquran dikisahkan, “(Ibrahim berdoa) Wahai Tuhanku
karuniakanlah kepadaku keturunan yang saleh. Lalu Kami menggembirakannya dengan
seorang anak yang sangat sabar. Tatkala ia sampai (umur) bisa berusaha beserta
bapaknya, Ibrahim berkata, ‘Hai anakku, sesungguhnya aku bermimpi
menyembelihmu, pikirkanlah apa yang akan engkau putuskan.’ Ia menjawab, ‘Wahai
ayah, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu, in sya Allah engkau akan
dapatiku dari orang-orang yang sabar.’ Tatkala keduanya telah pasrah dan Ibrahim
membaringkan anaknya atas pelipisnya (kami cegah dia) dan Kami seru, ‘Wahai
Ibrahim, sesungguhnya engkau telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya
demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
Sesungguhnya ini adalah cobaan yang nyata beratnya. Dan Kami telah menggantinya
dengan satu sembelihan yang besar.” Q.s. As-Shaffat: 100-107


Pada ayat sebelumnya (Q.s. Al-Baqarah: 124) sudah dijelaskan bahwa
Ibrahim telah menunaikan seluruh perintah Allah, termasuk menyembelih putranya
Ismail. Akan tetapi pada ayat di atas (Q.s. As-Shaffat: 100-107) ternyata
penyembelihan Ismail itu tidak sampai jadi dilakukan karena Allah bersegera
mencegahnya dan menyuruh menggantinya dengan kambing yang besar. Tidak jadinya
Ibrahim menyembelih Ismail dengan alasan di atas, tidak mengurangi makna atau
bahkan menafikan ketuntasan Ibrahim dalam melaksanakan seluruh perintah Allah.
Malah justru ini memperlihatkan maksud Allah swt. ketika menguji Ibrahim. Allah
tidak perlu darah dan daging Ismail, tetapi Allah hendak memperlihatkan
ketakwaan mereka berdua ketika pasrah akan melaksanakan perintah tersebut.


Ibrahim termasuk rasul yang mendapat gelar As-Shidiq, Ia
membenarkan segala firman Allah, ataupun perintah Allah dilaksanakan karena ia
berkeyakinan seberat apapun ujian yang diperintahkan Allah pasti akan berujung
kebaikan.


قُلْ صَدَقَ اللَّهُ
فَاتَّبِعُوا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
(95)

Katakanlah, “Allah telah benar”, lantaran itu turutlah agama
Ibrahim yang lurus. Dan ia bukan termasuk dari kaum musyrikin.
Q.s. Ali-Imran: 95


Peristiwa di atas kemudian diabadikan dalam syariat Muhammad saw.
menjadi ibadah kurban.

Dari Zaed bin Arqam, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apa qurban-qurban
ini?” Beliau menjawab, “Sunnah bapak kalian Ibrahim”. Para sahabat bertanya,
“Apa bagian kami darinya?”. Sabdanya, “Dari tiap lembar bulunya ada kebaikan.”
Mereka bertanya lagi, “Bagaimana dengan kulitnya?”. Sabdanya, “Dari tiap lembar
bulu kulit yang itu ada kebaikan.” H.r. Ahmad dan Ibnu Majah


Sebagaimana pada pengurbanan Ibrahim, pada pengurbanan ummat
Muhammad saw. pun hakikatnya Allah swt. tidak perlu pada darah dan daging
binatang yang disembelih, sebelum darah mengenai tanah, sebelum daging diterima
si penerima, ketakwaan mereka sudah diterima oleh-Nya.


لَنْ يَنَالَ اللَّهَ
لُحُومُهَا وَلا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

Tidak akan sampai kepada Allah daging-dagingnya dan tidak pula
darah-darahnya, akan tetapi yang sampai kepada-Nya ketakwaan kamu
. Q.s. Al-Hajj: 37

avatar Tidak diketahui
Author

Admin Kominfo

Follow Me
Other Articles
Previous

PEDOMAN ZAKAT FITRAH SESUAI SUNNAH

Next

MEMELIHARA KEBAIKAN YANG BIASA DI PELIHARA

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 — Pemuda Persis Batununggal. All rights reserved. Kominfo