PETUNJUK PRAKTIS PENGURUSAN JENAZAH DALAM ISLAM:
Oleh: Ahmad Fadhil Maulana Koswara (14.3900)
PERTAMA: Memandikan Jenazah.
1. Memandikan jenazah tidak boleh kasar apalagi menyakitinya, karena menyakiti fisik si mayit seperti menyakiti pada masa hidupnya.
2. Mulailah mencuci anggota wudhunya (boleh tidak berurutan) lalu mandikanlah dengan memulai bagian yang kanan terlebih dahulu, setelah itu cucilah seluruh badannya. Lakukanlah memandikan mayit itu sebanyak 3 kali atau 5 kali atau 7 kali jika perlu.
3. Balurilah badan mayit itu dengan kapur barus dan pakaikanlah wewangian.
KEDUA: Mengafani Jenazah.
1. Carilah kain yang berwarna putih selama masih ada, sedangkan lebar dan panjangnya disesuaikan dengan jenazahnya
2. Tidak terlalu Mewah dan tidak terlalu jelek.
3. Buatlah serapi mungkin ketika mengafani jenazah.
4. Jumlah lembar kain kafan untuk jenazah laki-laki dianjurkan 3 lembar kain.
5. Sedangkan untuk jenazah perempuran dianjurkan 5 lembar kain kafan, terdiri dari, 1 lembar kerudung, 1 lembar untuk baju kurung, 1 lembar untuk sarung dan 2 lembar untuk membungkus.
6. Apabila tidak memungkinkan karena kain kafan yang tidak cukup, maka boleh dengan 3 lembar kain saja dibungkus langsung seperti halnya membungkus jenazah laki-laki.
7. Tidak lupa siapakan tali secukupnya untuk merapikan kafan pembungkus jenazah.
KETIGA: Menyalati Jenazah.
Posisi Menyalati Jenazah beraneka ragam, tergantung kepada yang menyalati dan jenazah yang akan dishalatinya. Untuk lebih jelas, perhatikan poin-poin berikut ini:
1. Ketika dishalatkan, jenazah disyariatkan dihadapkan ke arah kiblat.
2. Posisi imam atau munfarid untuk salat jenazah laki-laki adalah di arah kepala.
3. Posisi imam atau munfarid untuk jenazah perempuan adalah di arah tengah.
4. Posisi imam atau munfarid untuk jenazah laki-laki dan perempuan adalah di arah kepala, karena jenazah laki-laki diletakkan di depan dekat imam.
5. Akhir Jumlah takbir salat jenazah yang dilakukan oleh Nabi saw. dan para sahabatnya adalah empat kali takbir, dan disyariatkan untuk seterusnya.
6. Mengangkat tangan dalam salat jenazah dilakukan setiap kali takbir.
7. Setiap selesai takbir ada doa-doa khusus.
KEEMPAT: Mengubur Jenazah.
1. Perdalam Lobang Kuburan dan Mengubur lebih dari satu pada satu Lobang.
2. Bila mungkin, buatlah Liang Lahat di arah kiblat.
3. Memasukkan Jenazah dari arah kaki kuburan.
4. Berdoa ketika memasukan ke liang lahat: “Bismillah wa billah wa ‘ala millati Rasulillah” dan terkadang mengucapkan “Bismillah wa Billah wa A’la Sunnati Rasulillah” dan terkadang mengucapkan “Bismillah wa ‘ala millati (sunnati) Rasulillah.”
5. Meninggikan Tanah Kuburan dan Menandainya dengan Batu.
6. Dilarang Menguburkan Jenazah pada waktu terbit matahari hingga meninggi, pada waktu tegak panas (bayang-bayang sejajar) hingga matahari tergelincir (ke barat) dan pada waktu hampir terbenam”.
7. Dilarang Menguburkan Jenazah di dalam Rumah dan Mesjid.
8. Boleh Mengubur Jenazah Malam Hari bila memungkinkan.
9. Orang yang Menguburkan Perempuan tidak Senggama pada malam harinya.
10. Mendoakan setelah selesai penguburan jenazah.
