CARA BERINTERAKSI DENGAN AL-QUR’AN
Berikut ini adalah cara berinteraksi manusia dengan Al-Qur’an, yaitu tasmi , tilawah , tadabbur /tadarus, ta’lim, tahfizh, dan tatbiq.
Cara berinteraksi dengan tasmi, yaitu dengan menyimak dan memperhatikan Al-Qur’an ketika dibacakan, maka Allah akan memberi rahmat-Nya dan melembutkan hati dan perasaan manusia.
Cara berinteraksi dengan tilawah, yaitu membaca ayat-ayat Al-Qur’an, baik dengan bacaan mahir maupun terbata-bata keduanya sama mendapat kebaikan, yaitu Allah istimewakan di surga, mendapat syafa’at, dan mendapat dua kali pahala.
Cara berinteraksi dengan tadabbur adalah mengkaji, menafsirkan, melakukan penelitian terhadap makna, bacaan, dan teks Al-Qur’an, maka Allah akan jadikan kelompok Rabbani.
Cara berinteraksi dengan ta’lim, yaitu antara lain mengajarkan, menyebarkan, mendakwahkan Al-Qur’an, maka Allah menjadikan kelompok Rabbani.
Cara berinteraksi dengan tahfizh, yaitu menjaga dan mengulang-ulang bacaan. Sehingga, Al-Qur’an mengisi dan memenuhi hati.
Cara berinteraksi dengan tatbiq, yaitu mengamalkan isi Al-Qur’an dengan semestinya, maka Ia mendapat hidayah Allah.
Memahami dan mengamalkan Al-Qur’an yang berfungsi sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi seorang muslim hukumnya wajib ain, oleh karena itu perlu ada komitmen. Ada lima tips agar memiliki komitmen yang kuat, yaitu rumus 5 M.
1. Mu’ahadah: Berjanji pada diri sendiri untuk berkomitmen.
2. Muraqabah: Merasa yakin bahwa Allah mengawasi janji kita dengan diri sendiri.
3. Muhasabah: Menghitung dan mengevaluasi komitmen yang dijanjikan pada diri.
4. Mu’aqabah: Memberi sanksi kepada diri sendiri ketika menyimpang dari janji.
5. Mujahadah: Melaksanakan janji dengan serius dan sungguh-sungguh.
Contributor:
Al-Ustadz Faqih Aulia (Tim LITKA PC Pemuda PERSIS Batununggal)
