Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Pemuda Persis Batununggal Pemuda Persis Batununggal Pemuda Persis Batununggal
Pemuda Persis Batununggal Pemuda Persis Batununggal Pemuda Persis Batununggal
  • Beranda
  • Blog
  • Dashboard
  • Kategori
  • TASYKIL PC
  • Beranda
  • Blog
  • Dashboard
  • Kategori
  • TASYKIL PC
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Uncategorized

BERAKHLAK AL-QURAN

avatar Tidak diketahui
By Admin Kominfo
22 Agustus 2024 3 Min Read
0
وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ (4) 
Dan sesungguhnya engkau (diciptakan) atas budi pekerti yang agung. Q.s. Al-Qalam: 4
TAFSIR MUFRADAT:
 خُلُقٌ makna asalnya adalah satu ukuran yang lurus. Kata خَلْقٌ dan خُلُقٌ pada asalnya bermakna sama, akan tetapi kata خَلْقٌ lebih dikhususkan pada bentuk-bentuk fisik yang bisa dilihat oleh mata, sedangkan خُلُقٌ dikhususkan untuk kekuatan psikis dan budi pekerti yang hanya bisa dilihat dengan kearifan. Oleh karena itu خُلُقٌ suka diartikan sesuatu yang meresap di dalam jiwa dan merupakan sumber dari akhlak, amal akan dilakukan dengan gampang dan enteng tanpa perlu kepada pemikiran dan pertimbangan. Ar-Raghib: 158-159, Tahdzibul Akhlaq, I: 12
TAFSIR AYAT:
Pada ayat sebelumnya Allah swt. bersumpah dengan kalam dan tulisan, menafikan kegilaan dari diri Muhammad saw., dan menjanjikan pahala yang tidak pernah terputus. Maksudnya perhatikanlah tinta, kalam, dan tulisan, yakni perhatikanlah Alquran yang diturunkan kepada Muhammad saw. yang tertulis dan terpelihara. Kalau ini diperhatikan niscaya tidak akan pernah dikatakan bahwa Muhammad itu seorang yang gila.
Pada ayat ini Allah swt. menjelaskan sebagian nikmat-Nya yang diberikan kepada Nabi saw. berupa budi pekerti yang agung. Dan pada ayat ini ada suatu isyarat bahwa akhlak yang mulia tidak akan ada bersama dengan kegilaan, dan setiap kali manusia semakin baik akhlaknya, akan semakin jauh dari kegilaan.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Makna ayat ini adalah, ‘Dan sesungguhnya engkau (diciptakan) atas agama yang agung’.” H.r. Ibnu Jarir. Dari sini dapat diketahui bahwa manusia itu memiliki dua kekuatan, yaitu kekuatan pemikiran dan kekuatan beramal. Agama merupakan pangkal kesempurnaan pemikiran dan budi pekerti merupakan pangkal kesempurnaan amal. Dan secara bahasa خُلُقٌ berarti kebiasaan baik dalam berfikir ataupun dalam beramal, serta gampang dan entengnya seseorang melakukan suatu amal tanpa perlu kepada pemikiran dan pertimbangan itu merupakan hasil pembiasaan dari satu pemahaman yang utuh terhadap agama.
Oleh karena itu, ketika Aisyah ditanya mengenai akhlak Nabi saw., ia menjawab, “Akhlak beliau adalah Alquran.” H.r. Muslim
Pemahaman beliau yang utuh dan mendalam terhadap Alquran yang diaplikasikan dalam amal, menjadikan beliau sebagai pemilik akhlak yang agung.
Akhlak mulia tidak bisa dipisahkan dari tafaqquh fiddin (pemahaman terhadap agama), karena akhlak mulia merupakan aplikasi dari pemahaman yang mendalam terhadap agama (Alquran dan As-Sunnah). Adapun kebiasaan-kebiasaan yang walaupun dianggap baik tetapi tidak bersumber atau malah bertentangan dengan agama tidaklah dapat dinamakan akhlak. Oleh karena itu amatlah keliru jika ada orang yang mengatakan dahulukan belajar (Adab-Akhlak) daripada belajar fikih agama.
Anas bin Malik pernah berkata:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: “خَدَمْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ سِنِينَ فَمَا قَالَ لِي: أُفٍّ، قَطُّ، وَمَا قَالَ لِشَيْءٍ صَنَعْتُهُ: لِمَ صَنَعْتَهُ؟ وَلا لِشَيْءٍ تَرَكْتُهُ: لِمَ تَرَكْتَهُ؟ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَحْسَنِ النَّاسِ خُلُقًا، وَلا مَسَسْتُ خَزًّا قَطُّ، وَلا حَرِيرًا، وَلا شَيْئًا كَانَ أَلْيَنَ مِنْ كَفِّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَلا شَمِمْتُ مِسْكًا، وَلا عِطْرًا كَانَ أَطْيَبَ مِنْ عَرَقِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “.
Saya (hidup bersama) melayani Nabi saw. selama sepuluh tahun. Beliau tidak pernah berkata uf (membentak) kepada saya sekalipun, dan beliau (tidak) pernah berkata untuk sesuatu yang saya kerjakan dan tidak saya kerjakan. “Kenapa engkau kerjakan, kenapa tidak engkau kerjakan?’ Beliau adalah manusia yang paling baik akhlaknya, tidak pernah saya menyentuh bulu, sutra dan apapun yang lebih lembut daripada telapak tangan Rasulullah saw., dan tidak pernah saya mencium minyak wangi yang lebih baik daripada keringat Rasulullah saw.” H.r. Al-Bukhari dan Muslim
Aisyah berkata:
عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ مَا ضَرَبَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ خَادِمًا لَهُ قَطُّ، وَلَا امْرَأَةً، وَلَا ضَرَبَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ شَيْئًا قَطُّ، إِلَّا أَنْ يُجَاهِدَ فِي سَبِيلِ اللهِ وَلَا خُيِّرَ بَيْنَ أَمْرَيْنِ قَطُّ، إِلَّا كَانَ أَحَبَّهُمَا إِلَيْهِ أَيْسَرُهُمَا، حَتَّى يَكُونَ إِثْمًا، فَإِذَا كَانَ إِثْمًا كَانَ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنَ الْإِثْمِ، وَلَا انْتَقَمَ لِنَفْسِهِ مِنْ شَيْءٍ يُؤْتَى إِلَيْهِ، حَتَّى تُنْتَهَكَ حُرُمَاتُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَيَكُونَ هُوَ يَنْتَقِمُ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.
Rasulullah tidak pernah memukul sekalipun kepada pembantunya, beliaupun tidak pernah memukul istrinya bahkan apapun kecuali ketika berjihad fisabilillah. Tidak ada kebaikan yang ada pada dua hal yang lebih dicintai beliau adalah yang paling ringan dari keduanya, sampai dalam urusan dosa. Dan adalah beliau manusia yang paling jauh dari dosa. Dan tidaklah beliau membenci sesuatu kecuali jika dilanggarnya aturan-aturan Allah, maka beliau membencinya karena Allah. H.r. Ahmad
Demikianlah Alquran membentuk akhlak manusia, setiap perintah dan larangan dalam Alquran seberat apapun akan ditaati walau bertentangan dengan syahwat duniawi karena dilandasi oleh keyakinan, cita-cita dan harapan yang pasti bahwa setiap amal pasti ada balasannya. 
avatar Tidak diketahui
Author

Admin Kominfo

Follow Me
Other Articles
Previous

PENGASUHAN CUCU OLEH KAKEK NENEK NYA

Next

SUMPAH POCONG

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 — Pemuda Persis Batununggal. All rights reserved. Kominfo